Rabu, 09 Maret 2016

Jejepangan lagi di Izakaya Kashiwa @ Jakarta Little Tokyo


Sabtu, 13 Februari 2016 kemarin, aku dan Mba As kembali ngebolang ke Little Tokyo. Tiba-tiba aku kangen makan okonomiyaki disana. Sekalian ngerasain suasana Little Tokyo lagi. Kangen.. Kemudian setelah browsing-browsing, ketemulah satu tempat makan yang kental dengan sentuhan suasana Jepang (baca:banyak orang Jepangnya), selain itu makanannya juga bercita rasa otentik, dan tentunya harganya juga pas di kantong. Nama tempat makan itu adalah Izakaya Kashiwa.

Izakaya yang berarti sejenis bar/pub Jepang, mengisyaratkan tempat itu adalah tempat nongkrongnya orang-orang Jepang untuk sekedar minum-minum dan makan ringan. Menurut blog-blog yg aku baca, Kashiwa ini tempatnya nyempil di antara bangunan-bangunan yg ada disana. Letaknya ada di lantai 2, di atas restoran Echigoya Ramen. Dan benar saja, ketika kami sampai, kami berasa seperti sedang berada di Jepang, di sebuah kedai kecil yg berada di gang-gang sempit di kota Tokyo. Aroma ruangannya juga Jepang banget. Ornamennya di dindingnya itu tulisan Jepang semua. Furniturnya juga rata-rata berbahan kayu. Tapi pelayannya masih orang indo kok kawan, jadi tenang aja, mba pelayannya pasti siap bantuin kita dalam mengorder pesanan kita. Oya, yg paling menarik dari kedai ini adalah semua harga makanannya dihargai 29.800 rupiah saja, atau kalo dibulatkan dengan taxnya jadi sekitar 30ribuan saja. Murah kan. Ya, beberapa makanan mungkin terasa murah, tapi beberapa juga bisa jadi overpriced. Jadi, bijaksanalah dalam memilih menu makanan ya. Kalo dari blog-blog yg aku baca, untuk makan disana sebaiknya kita reservasi lebih dahulu, apalagi disaat weekend seperti ini, pasti bakal full dan kita gak kebagian tempat duduk. Maka aku melakukan reservasi dulu lewat telpon, untuk 2 orang di jam setengah 7 sore. Kedai ini memang buka pada malam hari saja. Dari jam setengah 6 sampai jam setengah 12.

Kembali ke cerita jalan-jalanku, aku ketemuan sama Mba As di underpass terminal Blok M. Sekitar pukul setengah 4 sore aku tiba disana. Kami duduk-duduk dan minum di foodcourt kemudian berkeliling Blok M Square. Setelah waktu menunjukkan pukul 6 seprapat, kami segera bergegas mencari letak Kashiwa berada. Karena kalo reservasi gitu, sistemnya kita dikasih toleransi waktu selama 15 menit aja. Kalo telat lebih dari itu maka meja akan diberikan kepada pelanggan lain. Aku hanya punya gambaran letaknya dari hasil browsing. Penampakan dari luar hanya ada plang kayu kecil bertuliskan nama restoran “Kashiwa”. Terus ada tangga yang mengarah keatas, menuju ke letak kedai tersebut berada. Kami berjalan keluar dari blok M square menuju ke arah Sevel, kemudian belok ke kiri. Restoran ini berada sejejer dengan Golden Butik Hotel, dan letaknya di atas Echigoya Ramen. Begitu ketemu plang Kashiwa, kami melihat ada buku menu bertuliskan 28,900++ didepan kedai. Yap, tidak salah lagi, ini pasti tempatnya.

Kami naik ke lantai atas, kemudian pintu dari sebelah kiri pun terbuka. Para pelayan mengucapkan selamat datang dan kami juga ditanyakan apa sudah reservasi sebelumnya. Setelah menyebutkan nama, kami dipersilahkan duduk di bangku yg tidak jauh dari pintu masuk berada. Saat itu, sudah ada para jepun sedang ngobrol-ngobrol sambil minum di bangku tatami. Ada juga orang Indonesia yang makan disana. Meja tatami diisi oleh kumpulan orang Jepang yg sedang minum-minum, sementara meja standard dipenuhi oleh pengunjung umum. Padahal pengen juga nyoba tatamian ya. Tapi gagapalah, bisa ngerasain suasana makan seperti di Jepang aja, udah seneng banget. Sepanjang makan kita ditemani lagu-lagu Jepang, kaya lagu Mirai e, trus OST Anchor Woman yg aku lupa judulnya apa, OST Samurai X dll. Ada juga sempet nyempil lagu dangdut sih. Hmm.. mungkin orang Jepang juga doyan dangdutan kali ya, wkwkwkkw.. Aku memesan maguro sashimi (tuna) serta kaisen okonomiyaki dengan tambahan saus dan mayonnaise. Penasaran pengen nyobain sashimi disini. Okonomiyaki nya juga banyak direkomendasiin oleh para blogger sebab katanya porsinya lumayan gede, lapisannya tebel dan rasanya enak pastinya. Dan ketika si okonomi datang, memang beneran kaya apa yg mereka bilang. Okonomi disajikan di atas hot pan kaya pizza. Sudah dipotong-potong jadi 8 bagian pula. Isian potongan guritanya juga banyak dan taburan katsuboshinya pun juga melimpah. Lebih enak lagi karena ada tambahan saus dan mayonaisnya. It’s so gooood… 

Liat buku menu, banyak banget menunya. XD

 Semua menu ditulis dalam bahasa Jepang dan Inggris
Tapi mba pelayannya siap ngebantu kalo ada yg mau ditanyain kok

Kaisen Okonomiyaki, umaaaaai...
Tebel dan potongan guritanya banyak banget

Kalo sashiminya sendiri terdiri dari 5 potong tuna dengan ukuran tidak terlalu besar. Rasanya tidak terlalu amis, jadi aku masih bisa nelen. Cukup enak dan kenyal kaya makan ager-ager. Jadi paslah kalo menurut aku. Makan 5 potong tapi udah berasa cukup bagiku. Lidah lama-lama berasa amis. Itu juga udah dibantu sama kecap asin dan cabe bubuk. Ada juga wasabi yg bisa jadi cocolan buat si sashimi. Tapi wasabi ya begitu deh kawan, sedikit aja dimakan tapi baunya nyegrak banget sampe ke hidung.  Sementara mba As, memesan menu Gyuniku Enokimaki yg aku rekomendasiin. Kata blogger, menu ini juga favorit disana. Jadi menu yg panjang namanya itu ya intinya jamur enoki di bungkus sama beef (gyu) dan diberi saus seperti saus teriyaki. Tapi kayanya next time kalo mau pesen lagi, mesti bilang supaya masaknya jangan terlalu asin. Sebab setelah dicoba, standardnya memang asin banget. Berikutnya mba As juga memesan menu oreno shioyakisoba (lupa difoto, hihi), yang setelah dicoba ternyata rasanya lumayan Indonesia. Mirip mie ayam gitu, cuma pake potongan kentang dan daging ayam. Aku suka sekali dengan nuansa Kashiwa, karena walaupun tempatnya kecil dan nyempil tapi tertata rapi dan tamu-tamunya kebanyakan orang Jepang. Jadi lumayan bisa buat cuci mata kan, Pokoknya serasa lagi di Jepang, euy..

Maguro sashimi yg menawan

Gyuniku Enokimaki 
Jamur enoki berselimutkan daging beef

 Suasana Kashiwa yg kental dengan funitur kayu
Ada meja kayu standard dan meja tatami
Meja tatami terletak di sebelah kiri
Banyak orang Jepang yg sedang minum dan ngobrol santai disitu

Para pengunjung menikmati makanan dan suasana di Izakaya Kashiwa 
Di sebelah kiri cubicle-cubicle tatami tersedia

 Para pelayan sigap menerima pengunjung dan melayani pesanan.
Apalagi di saat weekend seperti ini, resto begitu ramai. Reservation is a must!
Di sebelah kanan tersedia rak buku, majalah dan komik yg boleh dibaca oleh pengunjung

Menu makanan disana banyak sekali jenisnya, dari sashimi, udon, teppan, dessert dll. Tipikal jenis makanan ringan sebagai pendamping untuk minum-minum. Aku udah persiapan searching-searching dulu menu makanan yg favorit disana, jadi pas mau order udah tau apa yg pengen dipesen. Oya, minuman ochanya yg seharga 5000 saja juga lumayan kok. Gelasnya lumayan gede lho. Tapi sepertinya tidak bisa refill. Kalo minuman jus dan softdrink dihargai sekitar 15 ribu. Sementara untuk minuman berakoholnya baru tuh mahal-mahal. Ada yg harganya hampir cetiauw lho. Memang konsep mereka kan izakaya, atau semacam bar Jepang gitu. Jadi memang ditujukan untuk orang-orang Jepang yg abis pulang kerja trus mau minum-minum. Pengunjung yg datang kemarin banyak juga orang Indonesianya. Tapi perlu diingat sekali lagi, kalo mau makan disini sebaiknya reservasi dulu ya by phone, karena kalo yg on the spot gitu biasanya ga dapet tempat duduk, terutama di saat weekend. Jadinya mereka mesti balik lagi sekitar setengah jam untuk medapatkan tempat yg kosong. Kami makan dan ngobrol-ngobrol sampai tidak terasa hari sudah lumayan malam. Waktu hampir menunjukkan pukul 8 malam. Akhirnya karena aku udah gak kuat ngabisin si okonomiyaki, mba nya menanyakan apakah ingin dibungkus untuk dibawa pulang. Yoweslah aku bawa pulang aja, lumayan soalnya masih sisa tiga slices. Hehe..

 Nita, ganbatte ne..
Ayo, kamu pasti bisa ngabisin..

Harga yg dibayar menurutku worthed ya, mengingat makanannya enak dan tempatnya yg cozy. Dengan total kerusakan 149k untuk dua orang, kami dikenyangkan dengan 4 piring makanan seharga masing-masing 30k serta 2 gelas ocha dingin seharga 5k per gelas. Selain tax, kami juga dikenakan service charge sebesar 6k, seperti restoran Jepang pada umumnya. Kami pulang dari izakaya dengan pengalaman baru yg berkesan. Habis dari izakaya, kita mampir lagi lesehan di depan blok M square buat makan es buah. Buat ngilangin amis di mulut nih. Kesanku makan di izakaya Kashiwa itu asik, nyobain okonominya yg super ngenyangin, jadi kepikiran pengen kesana lagi deh kapan-kapan. Soalnya masih banyak makanan enak yg pengen aku cobain. :D

Kashiwa, a place to feel authentic Japan ambience
Arigatou na.. ^^

Izakaya Kashiwa
Jl. Melawai 8 No. 2A
Lt.2, di atas Echigoya Ramen
Area sekitar Blok M Square
Jakarta Selatan
021-7396063

Salam Jajan,
  

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...